Manajemen Konstruksi – Network Planning

NETWORK PLANNING

 

Analisa jaringan kerja atau Network Planning merupakan suatu istilah umum yang digunakan untuk semua aspek jaringan kerja dalam perencanaan dan pengawasan proyek. Defenisi Analisa jaringan kerja ialah suatu sistem kontrol proyek dengan cara menguraikan pekerjaan menjadi komponen-komponen yang dinamakan kegiatan(activity). Selanjutnya kegiatan ini disusun dan diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan proyek dapat dilaksanakan dan diselesaikan dengan ekonomis, dalam waktu yang sesingkat mungkin dengan jumlah tenaga kerja yang minimum.

 

Tujuan teknik analisa jaringan kerja secara umum dapat diterangkan sebagai berikut :

  1. Untuk mengkoordinir semua unsur (element) proyek kedalam suatu rencana

utama (master plan) dengan menciptakan suatu model kerja untuk melengkapi proyek sehingga diperoleh data sebagai berikut :

  • Waktu terbaik untuk pelaksanaan kegiatan.
  • Pengurangan/penekanan ongkos/biaya
  • Pengurangan resiko.
  1. Mempelajari alternatif-alternatif yang terdapat didalam dan diluar proyek.
  2. Untuk mendapatkan atau mengembangkan skedul yang optimum.
  3. Penggunaan sumber-sumber secara efektif dan efisien.
  4. Alat komunikasi antar pimpinan.
  5. Pengawasan pembangunan proyek.
  6. Memudahkan revisi atau perbaikan terhadap penyimpangan yang terjadi.

 

Beberapa teknik jaringan proyek (network planning) yang dikenal untuk perencanaan dan pengendalian proyek adalah:

 

  1. C.P.M (critical path method).

Teknik C.P.M penyusunan jaringan kerja di identifikasikan kearah kegiatan serta menggunakan “‘single time estimate” sebagai waktu pelaksanaan.

 

 

 

 

  1. P.E.R.T (Program Evaluation & Review Technigue).

Teknik ini adalah suatu metode yang bertujuan untuk semaksimal mungkin mengurangi adanya penundaan kegiatan (proyek, produksi, dan teknik) maupun rintangan dan perbedaan-perbedaan ; mengkoordinasikan dan menyelaraskan berbagai bagian sebagai suatu keseluruhan pekerjaan dan mempercepat seleksinya proyek-proyek.

 

  1. A.B.M (Activity Box Method).

Metode ini merupakan gabungan antara beberapa ketentuan yang digunakan dalam sistem PERT dan CPM. Jaringannya merupakan hubungan antara waktu dan kegiatan.

 

  1. Analisis jaringan kerja (Network Analysis).

Analisis jaringan kerja merupakan suatu istilah umum untuk semua aspek dari penggunaan jaringan kerja didalam perencanaan dan pengawasan kegiatan proyek.

 

Manfaat Analisa Jaringan Kerja adalah :

  • Untuk melengkapi rancangan, untuk memperbaiki metode perencanaan dan

pengawasan, memperbaiki komunikasi dan pengambilan keputusan dan secara umum untuk mempertinggi effektivitas manajemen dalam menyelesaikan proyek.

  • Untuk penghematan biaya, waktu dan mempertinggi daya guna (effisiensi) kerja, baik manusia maupun peralatan serta menjamin ketepatan selesainya suatu proyek.

 

      Penggambaran Diagram Jaringan Kerja (Network Diagram)

Pada dasarnya suatu pekerjaan konstruksi dipecah-pecah menjadi seperangkat pekerjaan-pekerjaan kecil sehingga dapat dianggap sebagai 1 unit pekerjaan yang dapat berdiri sendiri dan memiliki suatu perkiraan jadwal yang tertentu pula.Seorang perencana yang telah berpengalaman banyak dilapangan memiliki kepekaan dalam membagi-bagi suatu proyek pekerjaan yang besar menjadi unit-unit pekerjaan kecil atau disebut juga menjadi satu aktivitas pekerjaan yang spesific.

Untuk melukiskan secara grafis dari aktivitas pelaksanaan pekerjaan konstruksi dikenal beberapa metoda antara lain :

 

  • Diagram Balok ( Gantt Bar Chart )
  • Diagram Garis ( Time/Production Graph )
  • Diagram Panah ( Arrow Diagram )
  • Diagram Precedence ( Precedence Diagram )
  • Diagram Skala Waktu ( Time Scale Diagram )

Metode penjadwalan yang paling sering digunakan adalah metode Diagram Panah ( Arrow Diagram ).

 

 

Simbol untuk diagram ini ada 2 macam, yaitu :

  1. Diagram panah.
  2. Diagram pendahulu

DIAGRAM PANAH

Metode jaringan kerja ini pertama tama berkembang pada saat awal tahun 1957 di amerika Serikat ( Critic Path methode/ CPM) dan th 1958 di Prancis ( Metra potensial Method/ MPM)

Tercipta karena ada kebutuhan yang mendesak untuk Organisasi suatu proyek yang melibatkan ribuan aktivitas yang harus di selesaikan dalam jangka waktu tertentu .

Metode ini termasuk salah satu penjadwalan yang paling ampuh , dimana para perencana “ dipaksa” untuk memikirkan seluruh aspek kegiatan proyek sambil memperhatikan sasaran / tujuan proyek tersebut.

.

Terminologi Diagram Panah.

 

Simbol                                                             arti/uraian

Anak panah menyatakan kegiatan nyata.

Dummy, misal : menggali saluran,mengecor fondasi

Menyatakan kegiatan/kejadian/peristiwa/event

 

Setiap kegiatan harus dimulai pada suatu kejadian (event) dan selesai pada kejadian lain.

 

 

 

Event 2 2112!1111211

 

 

 

 

 

 

SPA

           

 

 

 

 

Aktivitas Nyata : Adalah kegiatan yang nyata ada dalam suatu pekerjaan

Aktivitas  Palsu/ Dummy adalah berfungsi untuk menunjukkan ketergantungan antar aktivitas dan tidak mempunyai waktu pengerjaan ( zero time duration )

Event (peristiwa /kejadian) merupakan titik pangkal dan titik akhir suatu aktivitas, yang secara grafis digambarkan sebagai lingkaran dengan diberi nomor didalamnya.

 

Macam- macam hubungan antar aktivitas

 

  1. Kegiatan 1 terjadi bersama-sama dengan awal peristiwa aktivitas berikutnya

 

3
2
1

 

 

 

 

Hubungan seri

  1. Kegiatan A dimulai pacta event 1 dan selesai pada event 2 yang diikuti kegiatan B

yang dimulai pacta event 2 dan selesai pada event 3.

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hubungan “merge event”paralel

  1. Bila beberapa aktivitas harus selesai dulu, sebelum aktivitas selanjutnya dapat dimulai

 

 

 

3
4

 

 

 

 

 

 

Hubungan “burst event”paralel

 

  1. Apabila 2 aktivitas harus selesai dulu sebagai syarat untuk pelaksanaan dua aktivitas berikutnya

 

 

 

 

 

 

 

 

Hubungan “burst event dan merge event”paralel

 

  1. Untuk penampilan hubungan aktivitas satu dengan yang lain dapat dipakai aktivitas palsu / aktivitas fiktif yang dikenal dengan aktivitas Dummy

 

 

 

 

                                                                                     aktivitas Dummy

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Saat Paling Awal ( SPA)

Maksudnya adalah pada saat paling awal suatu peristiwa mungkin terjadi ,dan tidak mungkin terjadi , sebelumnya . tujuan menghitung / menetapkan mengetahui SPA suatu peristiwa adalah untuk mengetahui saat paling awal mulai melaksanakan kegiatan-kegiatan yang keluar dari peristiwa yang bersangkutan.

Syarat syarat untuk menentukan/menghitung /mengetahui adalah :

  1. Tersedia networking diagram yang tepat / memenuhi ketentuan dan kaedah-kaedahnya .
  2. Penomoran event ( peristiwa/ kejadian) memenuhi kesatuan dan kaedah-kaedahnya.
  3. Semua kegiatan /aktivitas yang ada dalam networking diagram telah ditetapkan lama kegiatan perkiraannya ( Expected duration/ time).

Rumus :

Untuk Sebuah Kegiatan menuju ke sebuah peristiwa ( Event).

 

x

 

 

 

L

 

 

 

SPA j   = SPA i + L

x          = Kegiatan

L          = Lama kegiatan x yang diperkirakan.

i           = Peristiwa awal kegiatan x.

j           = Peristiwa akhir kegiatan x.

SPA i   = Saat paling awal peristiwa x.

SPA j   = Saat paling akhir peristiwa x.

 

 

  1. Saat Paling Lama (SPL)

adalah pada saat paling lama suatu peristiwa mungkin dilaksanakan /ditunda ,jika melewati saat paling akhir tertunda maka bisa dipastikan terjadi pertambahan umur proyek atau keterlambatan.

Adalah Jangka waktu yang merupakan ukuran batas toleransi keterlambatan kegiatan. Dengan ukuran ini dapat diketahui karakteristik pengaruh keterlambatan terhadap pelaksanaan proyek terhadap pola kebutuhan sumber daya dan pola kebutuhan biaya.

 

x

 

 

SPLi
SPLj

 

L

 

 

 

SPLi = SPL j –L

 

 

  1. Peristiwa Kritis,  Kegiatan Kritis dan  Lintasan Kritis
  • Peristiwa kritis adalah peristiwa yang tidak mempunyai tenggang waktu ( Float atau Slack = 0 )

SPA = SPL

SPL –SPA = 0

  • Kegiatan Kritis

adalah kegiatan yang sangat sensitive terhadap keterlambatan , sehingga jika sebuah kegiatan kritis terlambat 1 hari saja, sedangkan kegiatan-Lintasan kegiatan lainnya tidak terlambat , maka proyek akan mengalami keterlambatan sealama satu hari.

SPA i = SPL i

SPA j = SPL j

Artinya kegiatan kritis itu harus mulai pada suatu saat saja dan harus selesai pada satu saat akhir saja , tidak ada alternatif waktu / saat lain.

 

  • Kegiatan kritis terletak diantara dua event kritis.
  • Lintasan kritis

adalah lintasan yang terdiri dari kegiatan kegiatan kritis ,  peristiwa – peristiwa kritis dan dummy . Dummy hanya ada dalam lintasan kritis bila diperlukan.

Dalam networking sebuah proyek mungkin bisa ada lebih dari satu lintasan kritis, dan bahkan mungkin saja semua lintasan dalam network merupakan lintasan kritis semua.

Tujuan mengetahui lintasan kritis adalah untuk menentukan tingkat prioritas kebijaksanaan dalam penyelenggarakan proyek.

Jadi umur lintasan kritis dari suatu network sebuah proyek adalah sama dengan umur proyek itu sendiri .Lintasan kritis adalah lintasan yang paling lama.

 

  1. Umur proyek .

Ditentukan saat paling awal (SPA ) peristiwa awal untuk diagram , dan ditentukan oleh SPA kegiatan akhir yang paling akhir selesai yaitu SPA peristiwa akhir network diagram. Jadi umur proyek sama dengan SPA peristiwa  akhir network diagram dengan syarat SPA awal network diagram sama dengan nol ( pada umumnya dibuat demikian).

 

  1. Tenggang waktu kegiatan (Activity Float)

Total float ( TF) sebuah kegiatan adalah jangka waktu antara saat paling lambat peristiwa akhir ( SPL j) kegiatan yang bersangkutan dengan saat selesainya kegiatan tersebut , bila dimulai pada saat paling awal ( SPA i ) nya.

Free Float ( FF) sebuah kegiatan adalah jangka waktu antara saat paling awal  peristiwa akhir ( SPA j) dengan saat selesainya kegiatan tersebut , bila dimulai pada saat paling awal ( SPA i ) nya.

Interpendent Float ( IF) sebuah kegiatan adalah jngka waktu antara saat paling awal peristiwa akhir ( SPA j) dengan saat selesainya kegiatan tersebut, bila kegiatan tersebut dimulai pada saat paling lambat peristiwa awal ( SPL i ) nya.

Rumus

TF       = SPL j – d – SPA i

FF        = SPL j – d– SPA I

IF        = SPA J – d– SPL i

 

  1. Evaluasi Keterlambatan Kegiatan

Kasus I

  • Keterlambatan lebih kecil / atau sama dengan free float ( T ≤ FF).
  • Umur proyek tetap.
  • Lintasan kritis tetap
  • Saat mulai kegiatan pengikut tetap.
  • Pola kebutuhan sumber daya berubah.

Kasus 2

T ˃ FF

T ˂ TF

  • Umur proyek tetap.
  • Lintasan kritis tetap
  • Saat mulai kegiatan pengikut diundur.
  • Pola kebutuhan sumber daya berubah.

Kasus 3.

T = TF

  • Umur proyek tetap.
  • Lintasan kritis tetap( bila kegiatan yang terlambat bermuara ke lintasan kritis yang ada ) , atau berubah ( bila kegiatan terlambat dan tidak bermuara kelintasan kritis yang telah ada ) . Bila kegiatan pengikutnya mempunyai IF , maka lintasan yang mengikutinya tidak akan menjadi kritis.
  • Saat mulai kegiatan pengikut tetap.

Pola kebutuhan sumber daya berubah

Kasus 4.

  • Umur proyek berubah / bertambah
  • Lintasan kritis tetap ( bila kegiatan yang terlambat bermuara ke lintasan kritis yang ada ) atau berubah ( bila kegiatan yang terlambat tidak bermuara ke lintasan kritis yang telah ada.
  • Saat mulai kegiatan pengikut diundur.
  • Pola kebutuhan sumber daya berubah.

 

Kesimpulan.

  1. Keterlambatan satu atau beberapa kegiatan belum tentu merupakan umur proyek tapi pasti merubah pola kebutuhan sumber daya.
  2. Perubahan pola kebutuhan sumber daya pasti memperlambat satu atau beberapa kegiatan. Tapi belum tentu merubah umur proyek.

 

 

Cara Praktis Menentukan Durasi Kegiatan

  1. Cara Rata-Rata

Cara yang paling mudah tapi kurang tepat tau kurang memadai karena menyamaratakan tiap kasus meskipun tiap kasus pada kenyataannya terdiri dari kejadian yang berbeda beda

Contoh : Suatu pekerjaan dengan volume tertentu dapat diseleaikan dalam enam kasus alternatif sbb ;

 

Kasus Lama kegiatan (hari)
1

2

3

4

5

6

10

11

12

13

14

15

 

Lama kegiatan perkiraan (L PER) pekerjaan tersebut

= 76 ; 6 = 12, 5 Hari

 

  1. Cara Pembobotan

Cara ini relatif lebih tepat dibandingkan dengan cara rata rata karena memperhatikan jumlah dan peran kejadian tiap kasus, tapi cara ini memerluka data yang relatif banyak.

Contoh : Suatu pekerjaan dengan volume tertentu dapat diseleaikan dalam enam kasus alternatif sbb ;

 

 

 

 

 

 

 

 

Kasus Lama Kegiatan (hari) Jumlah kegiatan Bobot

 

1

2

3

4

5

6

10

11

12

13

14

15

100

200

350

500

250

100

10 x 100 = 1000

11 x 200 = 2200

12 x 350 = 4200

13 x 500 = 6500

14 x 250 = 3500

15 x 100 = 1500

 

L PER = Jumlah bobot : Jumlah kejadian = 18.900 : 1.500 + 12,6 hari

 

  1. Cara Lintasan Kritis

Cara ini merupakan cara yang memiliki kelebihan dari kedua cara diatas, karena membutuhkan data yang relatif lebih sedikit tetapi tetap memperhatikan peran dan kjadian tiap kasus.

Contoh ; Suatu pekerjaan dengan volume tertentu dapat diselesaikan dalam tiga kasus alternatif tidak mungkn lebih atau kurang

 

Kasus Lama Kegiatan (hari) Keterangan
  1. LO
  2. LM
  3. LP
10

13

15

 LO = Lama kegiatan optimis

LM = Lama kegiatan Most Likely

Lebih sering terjadi

LP = Lama kegiatan Pesimistis

 

 

Rumus L PER = (1 x LO +4 x LM +1 x LP): jumlah kasus

= (1 x 10 + 4 x 13+1 x 15): 6

= 12,8 hari

 

 

 

Kelemahan dari diagram panah ini adalah

  • Sebuah aktivitas harus selesai 100% terlebih dahulu, baru dapat disambung dengan aktivitas yang lain. Padahal kenyataannya didalam praktek sering sekali pekerjaan berikutnya dapat dilaksanakan tanpa harus menunggu pekerjaan sebelumnya selesai 100%
  • Aktivitas Dummy. Bila terlupa memberi dummy, maka akan terjadi tidak adanya ketentuan yang jelas terhadap aktivitas satu dengan yang lain atau merubah logika ( logic of network ). Dan bila terlalu banyak memakai dummy, maka jaringan kerja akan menjadi sulit dibaca terutama dalam memperhitungkan waktunya.

 

Dalam network planning, setelah pekerjaan selesai segera dilakukan pengontrolan untuk mengetahui penyimpangan yang terjadi sehingga dapat segera dilakukan perbaikan. Ada 3 langkah pengontrolan diantaranya :

 

  1. Untuk sebuah aktivitas yang akan dimulai
  2. Skema untuk menguji pekerjaan, yang seharusnya sudah dimulai
  3. Skema uji pekerjaan, yang seharusnya sudah selesai

 

 

 

 

 

Iklan

Tentang benhamd

me just me
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s