Tugas Besar Sistem Transportasi Biaya Operasional Kendaraan Bus Transmetro Pekanbaru (BOK)

BAB I

PENDAHULUAN

 

I.1.       Latar Belakang

Kelayakan investasi pada proyek prasarana jalan terutama didasarkan pada analisis manfaat dan biaya (benefit-cost), nilai sekarang (net present value), dan laju pengembalian modal (internal rate of return). Manfaat langsung dari proyek tersebut terutama diperoleh dari penghematan biaya pemakai jalan (road user cost, RUC), yang komponen utamanya adalah biaya operasi kendaraan atau BOK (vehicle operating cost, VOC).

Untuk perencanaan dan penyusunan program jalan, khsususnya dalam penyeringan proyek jalan antar kota, Direktorat Jenderal Bina Marga selama 10 tahun terakhir ini telah menggunakan IRMS (Intergrated Road Management System) yang diadopsi dari HDM III (Highway Design and Maintenance, Version III).

Penerapan HDM III tersebut untuk jalan perkotaan Indonesia, yang memiliki ciri jalan dan cirri lalu lintas yang relatif berbeda, mensyaratkan perlunya penyesuaian-penyesuaian lokal. Untuk itu diperlukan upaya pengkajian yang akan menghasilkan suatu pedoman baku tentang biaya operasi kendaraan untuk jalan perkotaan Indonesia.

Lebih lanjut sebagai konsekuensi dari penggunaan IRMS tersebut, dimana untuk menjaga agar pengambilan keputusan tentang kelayakan ekonomi proyek prasarana jalan, khususnya untuk jalan perkotaan, selalu tetap konsisten dan up to date, maka diperlukan, upaya pemuktahiran (updating) biaya operasi kendaraan secara periodik, tepat waktu dan dengan metodologi yang tepat pula. Dalam rangka inilah kegiatan studi penelitian ini dilakukan, yang mana hasil-hasil penelitian dan kesimpulan dari seluruh kegiatan studi penelitian ini dilakukan, yang mana hasil-hasil penelitian dan kesimpulan dari seluruh kegiatan studi penelitian pemuktahiran biaya operasi kendaraan yang dilakukan dilaporkan dalam bentuk laporan ini.

 

 

 

I.2.       Sasaran

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keseragaman dan kecepatan model perhitungan biaya operasi kendaraan (BOK) untuk jalan perkotaan Indonesia serta menghasilkan besaran biaya operasi kendaraan (BOK) dasar untuk jalan perkotaan Indonesia.

I.3.       Lingkup Kegiatan

Untuk mencapai sasaran yang telah dikemukakan di atas, lingkup kegiatan yang dilakukan mencakup:

  • Pertama, melakukan kajian atas IRMS, model biaya operasi kendaraan (Vehicle Operating Cost Model, VOCM) HDM III, serta metoda perhitungan nilai waktu yang sesuai dengan kondisi lalu lintas perkotaan Indonesia. Dari kegiatan ini diharapkan dapat didentifiksi kalibrasi, metodologi dan parameter yang digunakan dalam kaitannya dengan upaya perhitungan biaya operasi kendaraan untuk jalan perkotaan Indonesia.
  • Kedua, menetapkan metodologi, format survai, ukuran sampel, dan pengumpulan data untuk mendapatkan nilai/besaran biaya operasi kendaraan (BOK) dasar untuk jalan perkotaan Indonesia.

I.4.       Wilayah Studi

Untuk mendapatkan besaran biaya operasi kendaraan dasar untuk jalan perkotaan Indonesia tersebut, serta setelah mendapat masukan dari Direktorat Pembianaan Teknik – Direktorat Jenderal Bina Marga, ditetapkan wilayah studi yang dijadikan sebagai lokasi survai adalah Pekanbaru.

I.5.       Lingkup Data

Untuk melakukan perhitungan biaya operasi kendaraan dengan VOCM-HDM III, diperlukan sekumpulan data yang mencakup:

Karakteristik dan Kondisi Jalan, yaitu: jenis permukaan, tingkat kekasaran permukaan, gradient, curvature dan superelevation, tinggi diatas permukaan laut, serta jumlah lajur.

Kendaraan representasi dan karakteristik kendaraan, yaitu: tare weight (unladen weight), payload, maximum driving power, maximum braking power, kecepatan optimum, drag coefficient, luas muka, putaran mesin (RPM), energy efficiency factor, dan fuel adjustment factor.

Karakterisitik operasi (utilisasi), terutama pemakaian kendaraan dan pemakaian ban. Data pemakaian kendaraan yang diperlukan mencakup: pemakaian selama satu tahun (m), waktu menggunakan (jam), relatif waktu pemanfaatan, rata-rata umur ekonomis, apakan dilaksanakan pemeliharaan secara teratur, umur kendaraan, serta kapasitas (penumpang); sedangkan data pemakaian ban yang diperluakan mencakup: jumlah ban kendaraan, volume karet ban yang dipakai, biaya pelapisan ulang (vulkanisasi).

Unit-unit biaya, yaitu: harga kendaraan baru, bahan bakar (Rp/liter), minyak pelumas (Rp/liter), harga ban baru, awak kendaraan, biaya keterlambatan penumpang, upah perawatan kendaraan, biaya keterlambatan barang, suku bunga tahunan, dan overhead.

Pada umumnya data yang diperlukan tersebut telah tersedia dalam model (default values), sehingga adopsi langsung VOCM-HDM III dapat dilakukan. Untuk pethitungan besaran biaya operasi kendaraan jalan perkotaan Indonesia, masil diperlukan upaya kalibrasi atau penyesuaian data dengan kondisi lokal. Dalam kegiatan pemuktahiran biaya operasi kendaraan ini, kalibrasi data dengan kondisi lokal dilakukan secara terbatas dan berikut ini akan diuraikan jenis-jenis data yang dikumpulkan dalam kegiatan penelitian ini.

I.6.       Jenis Data dan Sumber

Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh dari instansi yang berkaitan, mencakup:

  1. Karakteristik dan kondisi jalan, yaitu: surface type, average roughness, average positive gradient, average negative gradient, altitude of terrain, effective number of lane.
  2. Karakteristik kendaraan, yaitu: calibrated engine speed.
  3. Unit-unit biaya, yaitu: harga kendaraan baru, harga bahan bakar, harga pelumas dan harga ban.

 

 

 

Sedangkan data primer diperoleh dari transport operators, dengan melakukan survai lapangan dengan teknik wawancara menggunakan formulir isian. Data primer yang dikumpulkan tersebut mencakup:

  1. Data biaya, yaitu: biaya awak kendaraan dan biaya tenaga pemeliharaan.
  2. Data pemakaian ban, yaitu: number of tyre per vehicle.
  3. Karakteristik operasi kendaraan, yaitu: average annual utilization, average annual use, hourly utilization ratio, average sevice life, vehicle age in kilometer dan passenger per vehicle.

I.7.       Teknik Analisis

Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif dari kegiatan survai, akan dikonversi kedalam nilai rupiah per 100 km jarak tempuh. Dalam hal ini teknik statistik digunakan dalam perhitungan komponen-komponen biaya operasi kendaraan, yang mencakup:

  1. Biaya pemakaian bahan bakar
  2. Biaya pemakaian pelumas
  3. Biaya pemakaian ban
  4. Biaya pemeliharaan kendaraan
  5. Biaya depresiasi kendaraan
  6. Biaya awak kendaraan
  7. Biaya bunga bank

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

METODOLOGI PENELITIAN

 

Lingkup Data

Untuk melakukan perhitungan biaya operasi kendaraan dengan VOCM-HDM III, diperlukan sekumpulan data yang mencakup:

  1. Karakteristik dan kondisi jalan, yaitu: jenis permukaan, tingkat kekasaran permukaan, gradient, curvature dan superelevation, tinggi diatas permukan laut, serta jumlah lajur.
  2. Kendaraan representasi dan karakteristik kendaraan, yaitu: tare weight (unladen weight), payload, maximum driving power, maximum braking power, kecepatan optimum, drag coefficient, luas muka, putaran mesin (ROM), energy efficiency factor, dan fuel adjustment factor.
  3. Karakteristik operasi (utilisasi), terutama pemakaian kendaraan dan pemakaian ban. Data pemakaian kendaraan yang diperlukan mencakup: pemakaian selama satu tahun (m), waktu menggunakan (jam), relatif waktu pemanfaatan, rata-rata umur ekonomis, apakah dilaksanakan pemeliharaan secara teratur, umur kendaraan, serta kapasitas (penumpang); sedangkan data pemakaian ban yang diperlukan mencakup: jumlah ban kendaraan, volume karet ban yang dipakai, biaya pelapisan ulang (vulkanisasi).
  4. Unit-unit biaya, yaitu: harga kendaraan baru, bahan bakar (Rp/liter), minyak pelumas (Rp/liter), harga ban baru, awak kendaraan, biaya keterlambatan peumpang, upah perawatan kendaraan, biaya keterlambayan barang, suku bunga tahunan, dan overhead.

Pada umumnya data yang diperlukan tersebut telah tersedia dalam model (default values), sehingga adopsi langsung VOCM-HDM III dapat dilakukan. Untuk perhitungan besaran biaya operasi kendaraan jalan perkotaan Indonesia, masih diperlukan upaya kalibrasi atau penyesuaian data dengan kondisi lokal. Dalam kegiatan pemuktahiran biaya operasi kendaraan ini, kalibrasi lokal dilakukan secara terbatas dan berikut ini akan diuraikan jenis-jenis data yang dikumpulkan dalam kegiatan ini.

 

 

Jenis Data dan Sumber

Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh dari instansi yang berkaitan, mencakup:

  1. Karakterisitik dan kondisi jalanm yaitu: surface type, average roughness, average positive gradient, average negative gradient, altitude of terrain, effective number of lane.
  2. Karakteristik kendaraan, yaitu: calibrated engine speed.
  3. Unit-unit biaya, yaitu: harga kendaraan baru, harga bahan bakar, harga pelumas dan harga ban.

Sedangkan data primer diperoleh dari transport operators, dengan melakukan survai lapangan dengan teknik wawancara menggunakan formulir isian. Data primer yang dikumpulkan tersebut mencakup:

  1. Data biaya, yaitu: biaya awak kendaraan dan biaya tenaga pemeliharaan.
  2. Data pemakaian ban, yaitu: number of tyres per vehicle.
  3. Karakteristik operasi kendaraan, yaitu: average annual utilization, average annual use, hourly utilization ratio, average service life, vehicle age in kilometer dan passenger per vehicle.

Unit observasi

Unit observasi dalam penelitian ini adalah kendaraan bermotor roda empat, baik kendaraan angkutan penumpang maupun angkutan barang, jenis kendaraan yang akan dijadikan sebagai unit observasi adalah kendaraan angkutan penumpang berupa angkutan kota, bus kota dan bus Trans Metro.

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

Biaya Operasional Kendaraan dihitung dengan menggunakan persamaan yang dikembangkan PT. PCI (Pacific Consultant International).

Kendaraan dikelompokkan menjadi 3 golongan :

  • Golongan I meliputi kendaraan penumpang
  • Golongan IIA sejenis bus besar
  • Golongan IIB meliputi jenis truk besar

Contoh Perhitungan Koefisien Biaya Operasional Kendaraan

Untuk keceptan 20 km/jam

  • Konsumsi Bahan Bakar (Lt/1000 km)

Jalan TOL

Kendaraan Gol. I

 

Kendaraan Gol. IIA

 

Jalan ARTERI

Kendaraan Gol. I

 

 

 

Kendaraan Gol. IIA

 

  • Konsumsi Olie (Lt/1000 km)

Jalan TOL

Kendaraan Gol. I

 

Kendaraan Gol. IIA

 

Jalan ARTERI

Kendaraan Gol. I

 

Kendaraan Gol. IIA

 

 

 

 

  • Pemakaian Ban (/1000 km)

Kendaraan Gol. I

 

Kendaraan Gol. IIA

 

  • Suku Cadang (/1000 km)

Kendaraan Gol. I

 

Kendaraan Gol. IIA

 

  • Montir (/1000 km)

Kendaraan Gol. I

 

Kendaraan Gol. IIA

 

  • Depresiasi(/1000 km)

Kendaraan Gol. I

 

 

Kendaraan Gol. IIA

 

  • Biaya Bunga(/1000 km)

Kendaraan Gol. I

 

 

Kendaraan Gol. IIA

 

 

 

 

  • Biaya Asuransi(/1000 km)

Kendaraan Gol. I

 

Kendaraan Gol. IIA

 

Perhitungan Pendapatan Bus Trans Metro, Bus Angkutan Umum dan angkot

  • Bus Trans Metro

Data Primer

Jenis dan Tipe kendaraan                        : Bus Angkutan Umum (Trans Metro)

Kapasitas Kendaraan                               : 80 penumpang

Jumlah Armada                                       : 20 unit

Rute dan Panjang rute

Pandau – Pelita Pantai                             : 33 km

Terminal BRPS – Simpang Kulim          : 42 km

Pendapatan Per km, jika diasumsikan Bus Trans Metro berpenumpang 80 orang (bus penuh). Dengan panjang rute AKAP – Kulim adalah 42 km.

Pendapatan per 42 km     = 80 penumpang x Rp. 3000,00

= Rp. 240.000,00 per 42 km

Pendapatan per 1 km       = Rp. 240.000,00 / 42 km

= Rp. 5714,286 ~ Rp. 5800,00 / km

 

Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan :

Harga BOK terendah = Rp. 3209,162~ Rp. 3300,00 / km

Maka, Pendapatan per 1 km > Harga BOK terendah

Keuntungan Bus Trans Metro per km = Rp. 2500,00 / km

 

  • Bus Angkutan Umum

Data Primer

Jenis dan Tipe kendaraan                        : Bus Angkutan Umum

Kapasitas Kendaraan                               : 38 penumpang, (10 orang berdiri)

Jumlah Armada                                       : 7 unit

Rute dan Panjang rute

Kubang – Pelita Pantai                            : 25 km

Pendapatan Per km, jika diasumsikan Bus Angkutan Umum berpenumpang 28 orang (bus penuh). Dengan panjang rute Kubang – Pelita Pantai adalah 25 km.

Pendapatan per 25 km     = 38 penumpang x Rp. 2500,00

= Rp. 95.000,00 per 25 km

Pendapatan per 1 km       = Rp. 95.000,00 / 25 km

= Rp. 3800,00 / km

Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan :

Harga BOK terendah = Rp. 2595,174 ~ Rp. 2600,00 / km

Maka, Pendapatan per 1 km > Harga BOK terendah

Keuntungan Bus Trans Metro per km = Rp. 1200,00 / km

 

  • Angkutan Umum (Angkot)

Data Primer

Jenis dan Tipe kendaraan                        : Angkutan Umum (Angkot)

Kapasitas Kendaraan                               : 14 penumpang

Jumlah Armada                                       : –

Rute dan Panjang rute

Pasar Pusat – Pasar Cik Puan                  : 10 km

Pendapatan Per km, jika diasumsikan Angkot berpenumpang 14 orang (Angkot  penuh). Dengan panjang rute Pasar Pusat – Pasar Cik Puan adalah 10 km.

Pendapatan per 10 km     = 14 penumpang x Rp. 2500,00

= Rp. 35.000,00 per 10 km

Pendapatan per 1 km       = Rp. 35.000,00 / 10 km

= Rp. 3500 ~ Rp. 3500,00 / km

Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan :

Harga BOK terendah = Rp. 1759,381~ Rp. 1800,00 / km

Maka, Pendapatan per 1 km > Harga BOK terendah

Keuntungan Bus Trans Metro per km = Rp. 1700,00 / km

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

4.1  Kesimpulan

  • Bus Trans Metro

Pendapatan Per km, jika diasumsikan Bus Trans Metro berpenumpang 80 orang (bus penuh). Dengan panjang rute AKAP – Kulim adalah 42 km.

Pendapatan per 1 km                                      = Rp. 5800,00 / km

Harga BOK terendah                                      = Rp. 3300,00 / km

Keuntungan Bus Trans Metro per km       = Rp. 2500,00 / km

 

  • Bus Angkutan Umum

Pendapatan Per km, jika diasumsikan Bus Angkutan Umum berpenumpang 28 orang (bus penuh). Dengan panjang rute Kubang – Pelita Pantai adalah 25 km.

Pendapatan per 1 km                                      = Rp. 3800,00 / km

Harga BOK terendah                                      = Rp. 2600,00 / km

Keuntungan Bus Trans Metro per km       = Rp. 1200,00 / km

 

  • Angkot

Pendapatan Per km, jika diasumsikan Angkot berpenumpang 14 orang (Angkot  penuh). Dengan panjang rute Pasar Pusat – Pasar Cik Puan adalah 10 km.

Pendapatan per 1 km                                      = Rp. 3500,00 / km

Harga BOK terendah                                      = Rp. 1800,00 / km

Keuntungan Bus Trans Metro per km       = Rp. 1700,00 / km

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

Iklan

Tentang benhamd

me just me
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s