Tugas Survey Antrian – Rekayasa Lalu Lintas

BAB I

PENDAHULUAN

 

  • LATAR BELAKANG

Dalam pemenuhan kehidupan sehari hari kita selalu bersinggungan dengan antrian. Ketika menservis motor, membayar tagihan listrik, mengisi bensin (bahan bakar) kita selalu dihadapkan dengan maslah antrian.

 

Fenomena menunggu adalah hasil langsung dari keacakan dalam operasi pelayanan. Secara umum, kedatangan pelanggan dan waktu perbaikan tidak diketahui sebelumnya, karena jika dapat diketahui, pengoperasi sarana tersebut dapat dijadwalkan sedemikian rupa sehingga akan sepenuhnya menghilangkan keharusan untuk menunggu (Taha, H. A. 1997).

 

Menunggu (antri) disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas) pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pengguna layanan (pelanggan) tidak bisa segera mendapat layanan disebabkan kesibukan layanan. Antrian yang panjang dan terlalu lama untuk memperoleh giliran pelayanan sangat menjengkelkan dan akan mengakibatkan hilangnya pelanggan, namun untuk mengurangi antrian atau mencegah timbulnya antrian adalah dengan

tambahan fasilitas pelayanan, akan tetapi penambahan fasilitas layanan tersebut membutuhkan biaya tambahan yang dapat menyebabkan keuntungan di bawah taraf yang dapat diterima.

 

SPBU atau stasiun pengisian bahan bakar adalah stassiun tempat bertemunya pengguna jasa dan agen penyalur bahan bakar mesin. Selain itu SPBU juga tempat yang paling sering kita lihat memiliki antrian yang panjang. Antrian yang panjang membuat banyak hal menjadi tidak efisien .

Oleh karena itu, kita perlu membahas dan menganalisis antrian pada pelayanan pengisian bahan bakar di SPBU, sehingga dapat mengoptimalkan sistem pelayanan dan mengetahui jadwal sibuk sebuah sistem

  • TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan yang hendak dicapai adalah menerapkan tori antrian pada pelayanan SPBU Subrantas ujung dengan menganalisis jumlah pelanggan dalam waktu 3 jam survei, yang terdiri dari waktu masuk sitem, waktu dilayani, dan waktu keluar dari sistem

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

Menurut Siagian (1987), antrian ialah suatu garis tunggu dari nasabah (satuan) yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayan (fasilitas layanan). Pada umumnya, sistem antrian dapat diklasifikasikan menjadi sistem yang berbeda – beda di mana teori antrian dan simulasi sering diterapkan secara luas. Klasifikasi menurut Hillier dan Lieberman adalah sebagai berikut :

  1. Sistem pelayanan komersial
  2. Sistem pelayanan bisnis – industri
  3. Sistem pelayanan transportasi
  4. Sistem pelayanan social

Sistem pelayanan komersial merupakan aplikasi yang sangat luas dari model – model antrian, seperti restoran, kafetaria, toko – toko, salon, butik, supermarket, dan sebagainya. Sistem pelayanan bisnis – industri mencakup lini produksi, sistem material – handling, sistem pergudangan, dan sistem – sistem informasi komputer. Sistem pelayanan sosial merupakan sistem – sistem pelayanan yang dikelola oleh kantor – kantor dan jawatan – jawatan lokal maupun nasional, seperti kantor registrasi SIM dan STNK, kantor pos, rumah sakit, puskesmas, dan lain – lain (Subagyo, 2000).

Antrian yang sangat panjang dan terlalu lama untuk memperoleh giliran pelayanan sangatlah menjengkelkan. Rata – rata lamanya waktu menunggu (waiting time) sangat tergantung kepada rata – rata tingkat kecepatan pelayanan (rate of services). Teori tentang antrian diketemukan dan dikembangkan oleh A. K. Erlang, seorang insinyur dari Denmark yang bekerja pada perusahaan telepon di Kopenhagen pada tahun 1910. Erlang melakukan eksperimen tentang fluktuasi permintaan fasilitas telepon yang berhubungan dengan automatic dialing equipment, yaitu peralatan penyambungan telepon secara otomatis. Dalam waktu – waktu yang sibuk operator sangat kewalahan untuk melayani para penelepon secepatnya, sehingga para penelepon harus antri menunggu giliran, mungkin cukup lama. Persoalan aslinya Erlang hanya memperlakukan perhitungan keterlambatan (delay) dari seorang operator, kemudian pada tahun 1917 penelitian dilanjutkan untuk menghitung kesibukan beberapa operator. Dalam periode ini Erlang menerbitkan bukunya yang terkenal berjudul Solution of some problems in the theory of probabilities of significance in Automatic Telephone Exhange. Baru setelah perang dunia kedua, hasil penelitian Erlang diperluas penggunaannya antara lain dalam teori antrian (Supranto, 1987).

 

Komponen dasar proses antrian adalah :

  1. Kedatangan

Setiap masalah antrian melibatkan kedatangan, misalnya orang, mobil, panggilan telepon untuk dilayani, dan lain – lain. Unsur ini sering dinamakan proses input. Proses input meliputi sumber kedatangan atau biasa dinamakan calling population, dan cara terjadinya kedatangan yang umumnya merupakan variabel acak. Menurut Levin, dkk (2002), variabel acak adalah suatu variabel yang nilainya bisa berapa saja sebagai hasil dari percobaan acak. Variabel acak dapat berupa diskrit atau kontinu. Bila variabel acak hanya dimungkinkan memiliki beberapa nilai saja, maka ia merupakan variabel acak diskrit. Sebaliknya bila nilainya dimungkinkan bervariasi pada rentang tertentu, ia dikenal sebagai variabel acak kontinu.

  1. Pelayan

Pelayan atau mekanisme pelayanan dapat terdiri dari satu atau lebih pelayan, atau satu atau lebih fasilitas pelayanan. Tiap – tiap fasilitas pelayanan kadang – kadang disebut sebagai saluran (channel) (Schroeder, 1997). Contohnya, jalan tol dapat memiliki beberapa pintu tol. Mekanisme

pelayanan dapat hanya terdiri dari satu pelayan dalam satu fasilitas pelayanan yang ditemui pada loket seperti pada penjualan tiket di gedung bioskop.

  1. Antri

Inti dari analisa antrian adalah antri itu sendiri. Timbulnya antrian terutama tergantung dari sifat kedatangan dan proses pelayanan. Jika tak ada antrian berarti terdapat pelayan yang menganggur atau kelebihan fasilitas pelayanan (Mulyono, 1991).

Penentu antrian lain yang penting adalah disiplin antri. Disiplin antri adalah aturan keputusan yang menjelaskan cara melayani pengantri. Menurut Siagian (1987), ada 5 bentuk disiplin pelayanan yang biasa digunakan, yaitu :

  1. FirstCome

artinya, lebih dulu datang (sampai), lebih dulu dilayani (keluar). Misalnya, antrian pada loket pembelian tiket bioskop.

  1. LastCome FirstServed (LCFS) atau LastIn FirstOut

(LIFO) artinya, yangtiba terakhir yang lebih dulu keluar. Misalnya, sistem antrian dalam elevator

untuk lantai yang sama.

  1. Service In Random Order (SIRO) artinya, panggilan didasarkan pada peluang secara random, tidak soal siapa yang lebih dulu tiba.
  2. Priority Service (PS) artinya, prioritas pelayanan diberikan kepada pelanggan yang mempunyai prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan pelanggan yang mempunyai prioritas lebih rendah, meskipun yang terakhir

ini kemungkinan sudah lebih dahulu tiba dalam garis tunggu. Kejadian seperti ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal, misalnya seseorang yang dalam keadaan penyakit lebih berat dibanding dengan orang lain dalam suatu tempat praktek dokter. Dalam hal di atas telah dinyatakan bahwa entitas yang berada dalam garis tunggu tetap tinggal di sana sampai dilayani. Hal ini bisa saja tidak terjadi. Misalnya, seorang pembeli bisa menjadi tidak sabar menunggu antrian dan meninggalkan antrian. Untuk entitas yang meninggalkan antrian sebelum dilayani

digunakan istilah pengingkaran (reneging). Pengingkaran dapat bergantung pada panjang garis tunggu atau lama waktu tunggu. Istilah penolakan (balking) dipakai untuk menjelaskan entitas yang menolak untuk bergabung dalam garis tunggu (Setiawan, 1991).

 

Ada 4 model struktur antrian dasar yang umum terjadi dalam seluruh sistem

antrian :

  1. Single Channel – Single Phase

 

 

 

Single Channel berarti hanya ada satu jalur yang memasuki sistem pelayanan atau ada satu fasilitas pelayanan. Single Phase berarti hanya ada satu pelayanan.

  1. Single Channel – Multi Phase

Istilah Multi Phase menunjukkan ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakan secara berurutan (dalam phasephase). Sebagai contoh : pencucian mobil.

 

 

 

  1. Multi Channel – Single Phase

Sistem Multi Channel – Single Phase terjadi kapan saja di mana ada dua atau lebih fasilitas pelayanan dialiri oleh antrian tunggal, sebagai contoh model ini adalah antrian pada teller sebuah bank.

 

 

Sumber Populasi                                      Keluar

 

  1. Multi Channel – Multi Phase

Sistem Multi Channel – Multi Phase ditumjukkan dalam Gambar 2.5. Sebagai contoh, herregistrasi para mahasiswa di universitas, pelayanan kepada pasien di rumah sakit mulai dari pendaftaran, diagnosa, penyembuhan ampai pembayaran. Setiap sistem – sistem ini mempunyai beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahapnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PERHITUNGAN

 

 

Data survey yang diambil dari SPBU jalan Subrabtas, dapat dilihat pada lampiran

Stasiun pengisian bensin berjumlah 1 dengan 2 selang. Berikut adalah tabel olahan dari data survei dalam durasi lima menitan

  1. Tabel lima menitan dalam antrian
  • Selang A
No Jumlah Kendaraan Jumlah Lima Menit-an
1 1 0
2 2 0
3 3 1
4 4 2
5 5 4
6 6 9
7 7 4
8 8 10
9 9 6
10 10 0
11 11 0
12 12 0
Total 36
  • Selang B

 

No Jumlah Kendaraan Jumlah Lima Menit-an
1 1 0
2 2 0
3 3 3
4 4 4
5 5 2
6 6 8
7 7 2
8 8 11
9 9 4
10 10 0
11 11 1
12 12 0
13 13 1
Total 36
   

 

 

 

 

  1. Tabel lima menitan lama pelayanan

 

 

  • Selang A
No Jumlah Kendaraan Jumlah Lima Menit-an
1 1 0
2 2 1
3 3 1
4 4 1
5 5 4
6 6 8
7 7 6
8 8 9
9 9 6
10 10 0
Total 36

 

 

  • Selang B

 

 

 

No Jumlah Kendaraan Jumlah Lima Menit-an
1 1 0
2 2 0
3 3 1
4 4 6
5 5 4
6 6 7
7 7 2
8 8 11
9 9 5
10 10 1
Total 37

 

 

  1. Lima menitan dalam sistem
    • Selang A
No Jumlah Kendaraan Jumlah Lima Menit-an
1 1 0
2 2 1
3 3 1
4 4 1
5 5 3
6 6 9
7 7 6
8 8 9
9 9 5
10 10 1
11 11 0
12 12 0
Total 36

 

 

 

 

 

  • Selang B
No Jumlah Kendaraan Jumlah Lima Menit-an
1 1 0
2 2 0
3 3 3
4 4 3
5 5 5
6 6 5
7 7 6
8 8 9
9 9 5
10 10 1

 

 

 

 

 

 

  1. LAMA WAKTU RATA – RATA
  Selang Waktu
Lama Waktu menunggu rata – rata A 00:01:33
B 00:00:28
Waktu rata – rata dalam sistem A 00:01:33
B 00:02:24

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

  • Dari survey yang dilakukan diketahui lama waktu antrian rata rata pada sisi pelayanan B adalah 28 detik, dan sisi A adalah 1 menit 33 detik
  • Dan secara keseluruhan waktu rata rata dalam sistem adalah pada sisi A = 1 menit 33 detik, dan sisi B = 2 menit 24 detik

 

 

Iklan

Tentang benhamd

me just me
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s